Selasa, 14 Maret 2017

Kisah Tak Kunjung Usai


Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.

Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu menerangi semuanya. Semua serba gelap.

Kadangkala di siang hari pun cahaya itu belum tentu muncul karena seluruh langit-langit bumi telah mengalangi masuknya cahaya matahari ke bumi. dan jadilah gelap seperti malam.

Gelap dan terang semakin berpengaruh tergantung ada tidaknya cahaya. itulah kisah yang tak kunjung usai.

Anakku,
Sekelumit paragraf diatas telah ayah jabarkan sebagai gambaran semesta kecil. Dimana kita bisa mengetahui tentang kegelapan dan terang tidak lain usaha dari cahaya. Sekalipun yang memiliki cahaya tidak hanya matahari, tetapi kekuatan cahaya matahari lah yang sering dipandang sebagai sinar sebenarnya.

Tentang cahaya matahari itu tidaklah berbeda dengan perilaku kita sebagai manusia. Kita tahu bahwa hidup kita sangat bergantung pada perilaku besar kita dalam sehari-hari. Semua yang terjadi tidak lepas dari usaha kita dalam menjalani kehidupan ini.

Anakku,
Bila kau akan menjalani ini dengan sebenar-benarnya, maka kenalilah cahaya didalam dirimu. Cahayamu akan berguna pada masa dimana kau dibutuhkan. cahayamu akan menunjukkan siapa dirimu dihadapan orang lain. Kamu akan mendapatkan arti kebenaran dari cahayamu sendiri.

Tahukah kamu cahayamu itu apa?. Cahayamu tidak lain adalah pengetahuanmu sendiri. Dimana kau akan beranjak, maka ilmu yang akan menunjukkanmu. Bila kau menggunakan ilmumu maka perjalanan hidupmu akan berlalu dengan baik. Tetapi jika cahayamu telah redup, maka kau akan tersesat dan tidak menemukan jalan kebenaran. Bila kau biarkan dirimu tanpa ilmu, maka kamu akan terperosok bahkan bisa jadi jatuh ke jurang yang dalam karena tidak ada cahaya yang menerangi jalanmu.

Anakku,
Cahaya di akhir jaman sangat banyak dan hampir saja membuat semua menjadi terang, bahkan hampir semua membuka yang seharusnya ditutup-tutupi. Apa maksud ayah?. Maksud ayah adalah kehati-hatianmu dengan segala pengetahuan. Setiap manusia yang berpengetahuan akan mengenal siapa yang bodoh dan buruk, ia bisa berkuasa dengan menunjukkan kepintarannya dihadapan orang-orang bodoh. Tetapi karena cahayamu terlalu tinggi, kau lupa bahwa manusia itu punya aib yang harus kamu jaga, dan yang kamu lakukan sebaliknya. Kau akan membuka aib orang lain dengan ilmumu. 

Anakku,
Maka berhati-hatilah dengan cahayamu, bila kau mengalami hal seperti itu, ingatlah bahwa cahayamu bukanlah keabadian. Cahayamu tak akan bersinar terus sepanjang masa, karena cahayamu hanya pada tingkat terendah dari cahaya yang sebenarnya. 

Anakku,
Tahukah kamu cahaya yang sebenarnya. Cahaya itu hanya milik Allah swt.

Mintalah cahaya itu kebaikanmu dan orang lain agar kamu selamat bersama orang-orang yang diridhoi-Nya.
Read more

Senin, 13 Maret 2017

Harumkan Namamu, Nak!


Anakku,
Ayah pernah mengajakmu ke sebuah taman, disana kita bisa melihat berbagai bunga yang tertata dengan rapi dan mengeluarkan bau yang sangat harum. Entah siapa yang menanamnya sehingga bunga-bunga itu nampak sedap dipandang. Kadang ketika kita memandangnya, rasanya semua beban pikiran kita sirna begitu saja.

Ayah sangat mendambakan bunga itu bisa kita tanam di rumah kita. Dan satu saat kamu akan mendapatkan kebaikan dari bunga itu.

Anakku,
Bunga itu tanaman yang sangat disukai oleh banyak orang. Dan hampir setiap orang yang mengahmpirinya akan dibuat terkesima dengannya. Tentu saja beragam sesuatu yang dihasilkan dari bunga sehingga ia mudah dilirik orang lain.
Read more

Salamlah Pada Alam Semesta


Wahai cahaya kecil
Rindukah kau bertemu tuhan
Yang telah keberadaan Ayah dan Bundamu
Hingga kau mengenal dunia ini

Kala usiamu meraih masa pelangi
Sinar mentari terus menggoda pikiranmu
Kau akan bertanya tanda apakah itu
Dan kau akan memahami bila kau tak menghendaki

Wahai cercah cahayaku
Usia kita tidak akan seumur semesta ini
Bila tiba masamu mendekat fana
Maka junjunglah kerinduanmu pada-Nya
Biarlah tubuhmu dihempas oleh yang fana ini
Tapi jangan kau diamkan nuranimu berpaling dari-Nya
Hingga kau benar-benar akan menemukan cahaya seutuhnya

Wahai yang diberi cahaya
Bila kau pandai berbincang masalahmu
Biarlah masalahmu akan berlalu dengan putaran bumi ini
Tapi biarlah adamu menetapkan salam pada seluruh semesta
Dan kau akan tersenyum
Bahwa senyummu lebih berhidmat dibanding akalmu

Anakku,
Cahaya untukku,
Kau bertemu dengan masa dimana kau akan bersalam pada semesta
Biarlah nuranimu yang menyampaikannya
Bukan hanya bibirmu semata.
Read more

Sabtu, 11 Maret 2017

Profil KangDul

kang1dul.blogspot.co.id adalah salah satu situs pribadi yang mengulas tentang ayah dan anak.

Blog ini dibuat untuk bahan bacaan yang relevan untuk pembinaan dan pembelajaran dunia teknologi kepada anak-anak yang berbentuk kata-kata bijak atau kalimat-kalimat yang bernilai moralitas.

Harapan saya blog ini akan dibaca siapapun yang mau membesarkan anaknya dengan pendidikan dan moralitas.

Salam Hangat

Kang Masroni
Read more

Selasa, 28 Februari 2017

Pahami Lingkungan

Anakku,
Zaman akan terus berubah setiap saat, problematika akan bertambah setiap waktu, kendala dan hambatan akan merintang setiap saat. Maka cara apakah yang akan kamu lakukan seandainya kamu akan menemui zaman seperti itu?


Di era ayah tidak bersamamu lagi, kamu akan berjalan sendiri tanpa bantuan siapapun. Kehidupanmu akan berlangsung tanpa orang yang menjadi sandaran kebingunganmu. Perjalananmu akan menemukan banyak aral melintang yang sama dan mungkin berbeda dengan zaman ayahmu ketika muda.

Anakku,
pada zamanmu kelak, kamu adalah manusia yang beruntung karena orang-orang di masamu akan menyadari tentang menjaga lingkungan, tetapi pada zamanmu pula kamu akan menjadi sebaliknya orang yang paling rugi di dunia ini. Kenapa?

Karena akan banya orang-orang yang hidup disekitarmu akan merusak alam ini dengan perilaku congkaknya. 

Sampah yang terbuang dimana-mana tanda ketidak bersihan orang-orang disekeliling kita, tetapi keberadaan kita tidak lepas dari status negatif mereka. Karena semua yang nampak adalah kehidupan manusia secara keseluruhan.

Anakku,
Andaikan kamu berpikir dunia akan selalu aman, nyaman dan bersih, tentu itu pemikiran yang bagus. Namun pemikiran seperti itu tidak cukup kamu karena di zamanmu akan banyak ditemukan orang yang pandai berbicara kebaikan dan menjaga kelestarian alam, namun tindakan mereka menunjukkan sebaliknya. Itulah masa dimana kamu akan ada didalamnya.

Anakku,
Ayah sudah menyebutkan bahwa setiap permasalah begitu komplek, bahkan seolah tidak terselesaikan. Setiap hal yang akan kamu temui kadang sudah nampak kesulitannya. Untuk itu janganlah kamu lengah dengan apa yang akan terjadi pada masamu.

Bila alam ini dengan berbagai lingkungan tempat yang ditinggali manusia sudah menunjukkan kerusakannya, maka lakukan cara terbaik walau itu kecil. seperti kamu akan membuang sampah pada tempatnya. dan buatlah orang-orang selalu tersenyum ketika menyapamu.

Read more

Kamis, 23 Februari 2017

Keyakinan Kita


Anakku,

Setiap malam kadangkala ayah ingin selalu mendongeng saat ayah akan mengantarmu tidur. Tapi usaha itu ayah urungkan karena kamu sudah terlelap setelah seharian bermain. Barangkali ada esok hari yang bisa ayah ceritakan ketika mengantarmu ke tempat tidur.

Anakku,

Ada sebuah cerita yang ingin ayah dongengkan sebelum kamu tidur, cerita ini sebenarnya sering ayah dengar dari orang secara turun-temurun. Barangkali ceritanya sangat sederhana tapi tujuan tidaklah sederhana yaitu untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik) disamping untuk menghibur.



Dahulu pernah ada seorang ayah dan anaknya yang berjalan dengan menaiki keledainya.

Ketika diperjalanan orang-orang heran melihatnya bahkan merasa miris karena mereka melihat betapa kasihan si keledai yang dibebani oleh dua manusia dan barang-barang.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah berkata kepada anaknya, "nak, sebaiknya kamu saja yang naik. Keledai ini tidak akan kuat sampai ke tujuan kalau terlalu berat".

Akhirnya si ayah turun dan hanya si anak yang naik keledai itu. Ditengah perjalanan mereka kembali bertemu orang-orang, terdengar pula ditelinga si anak betapa durhakanya anak itu karena ia membiarkan ayahnya berjalan kelelahan tanpa menaiki keledainya sedangkan ia enak-enakan diatas keledai itu

Mendengar celetukan orang-orang itu, si anak berkata, "Ayah, benar sekali apa yang dikatakan mereka. Aku tidak akan menjadi anak yang berbakti kalau aku membiarkan ayah berjalan kelelahan".

Akhirnya si anak turun dan berganti si ayah yang naik, lalu mereka melanjutkan kembali perjalanannya. Ditengah-tengah perjalanan mereka bertemu lagi dengan orang-orang dan terdengar pula celetukan sebagian orang-orang itu bahwa betapa celakanya si ayah karena tidak sayang dengan anaknya, sedangkan ia enak-enakan diatas keledai.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah kembali berkata, "Nak, orang-orang itu benar sekali, ayah seharusnya tidak membiarkan kamu berjalan tanpa menaiki keledai ini. Tentu kamu akan cepat lelah. Tapi kalau kita menaiki keledai ini berdua tentu akan lebih kasihan lagi keledai ini. Bagaimana kalau jalan saja?"

Akhirnya mereka berdua berjalan tanpa menunggangi keledai itu. Ditengah-tengah perjalanan mereka kembali bertemu lagi orang-orang dan terdengar lagi celetukan dari mereka bahwa betapa bodohnya ayah dan anak yang menarik keledainya tapi tidak mereka tunggangi.

Merasa sudah melakukan apa yang sudah diucapkan orang-orang itu, akhirnya si ayah dan anak menggotong keledai itu dengan dengan cara mengikat keempat kakinya dan dibawa sepanjang jalan. Namun ditengah perjalanan mereka kembali bertemu dengan orang-orang dan seketika mereka tertawa semua seraya berkata betapa sangat bodoh dua orang ini, keledai yang seharusnya bisa mereka tunggangi malah digotong, "haha..." terdengar gelak tawa orang-orang itu. 

Si ayah pun menyadari dan mengingatkan kepada anaknya, "Nak, kita sudah melakukan apa saja yang dikatakan orang-orang itu, tapi tidak ada satu pun yang membela kita. Maka ketahuilah nak, Hari ini kita harus belajar betapa pentingnya prinsip dan keyakinan didalam hati kita. agar setiap godaan dan cobaan yang datang tidak mampu mengubah apa yang sudah kita yakini. bersyukurlah ada hikmah setiap apa yang terjadi pada kita".

Anakku,

Sebagaimana pesan si ayah kepada anaknya, rasanya patut dipahami dan direnungkan dengan baik agar setiap apa yang kita kerjakan benar-benar sesuai dengan keyakinan kita, dan semua hambatan hanyalah pintu untuk menguji kemampuan kita, Maka dari itu marilah kita bersandar atas semua urusan kita kepada pemilik segala urusan, dialah ALLAH SWT. 
Read more

Senin, 20 Februari 2017

Kenal Ayah Dunia



Anakku, 


Setiap manusia yang diciptakan Allah swt di muka bumi ini dilahirkan dari seorang ibu. Kehadirannya juga karena adanya ayah. Meskipun dalam beberapa kisah dan sejarah manusia adapula manusia yang diciptakan Allah swt tanpa seorang ayah seperti Isa AS, atau pun tanpa ayah dan ibu seperti Adam AS sebagai BAPAK MANUSIA.

Manusia, konon adalah mahluk paling sempurna di muka bumi ini, tentu saja kesempurnaannya karena adanya anugerah dari Allah swt berupa akal pikiran. Dan dengan akal pikirannya, manusia belajar untuk mengenal darimana asal usulnya. Maka salah satu asal usul manusia yang patut dikenal adalah ayahnya.

Anakku,

Seorang ayah seyogyanya dikenal oleh anaknya. Tentu untuk dikenal oleh anaknya, si ayah harus mengajarkan kasih sayang kepadanya, sebagaimana ibunya yang telah lebih dulu menunjukkan kasih sayangnya semenjak si anak dalam kandungan. Kasih sayang seorang ayah barangkali sedikit berbeda dengan ibunya, tetapi sejatinya seorang ayah akan selalu menumpahkan kehidupannya untuk seluruh kehidupan anaknya. Maka bilamana kamu melihat seorang ayah bersikap keras kepada anaknya karena suatu hal, sesungguhnya didalam hatinya tidak pernah menghilangkan ataupun melenyapkan rasa sayang pada anaknya. 

Anakku,

Tahukah kamu siapa ayah yang baik di muka bumi ini?, Iya. Kamu akan mengenalnya dengan nama yang sangat mulia, yang selalu kita sebut namanya setiap saat, terutama ketika sholat, beliau adalah Rasulullah Muhammad saw.

Kisah beliau sebagai sosok teladan manusia tentu saja bisa dilihat dari kasih sayang beliau kepada anak-anaknya. Bahkan para sahabat, termasuk Anas bin Malik RA menyaksikan beliau sebagai sosok yang paling sayang terhadap anak-anak kecil. Untuk itu, ketahuilah nak bahwa seorang ayah pun tak hengkang rasa kasih sayangnya pada anak-anaknya karena memang rasa kasih sayang itu dihadirkan untuk anak-anaknya.

Anakku,

Bilamana seorang anak tumbuh dengan baik, tentu ada peran ayah dan ibunya. Ibarat tanaman, Ia dapat tumbuh tidak hanya karena siraman air dan pupuk semata, tetapi batangnya menjadi sandaran untuk dapat menjulur ke atas, sehingga ia tumbuhlah dengan baik. Dengan demikian nampaklah peran seorang ayah yang menjadi sandaran bagi anak-anaknya.

Anakku,

Suatu saat kamu akan hidup tanpa sandaran itu,  maka penganglah erat-erat pelajaran yang telah ayah berikan kepadamu, yang ayah ambil dari petuah dan ajaran sosok panutan kita, seorang ayah panutan dunia, Nabi Muhammad saw.
Read more

Minggu, 19 Februari 2017

Rahmat Semesta


Rasanya ingin sekali menggapai tangan-Mu dengan kuasa kasih-Mu, tapi aku tak sanggup dengan keangungan dan kebesaran kasih sayang-Mu.

Aku tak mampu berkutik sekalipun dengan sebuah kedipan, seolah ketidak-mampuan anak muda yang melirik pada seorang gadis.

Bila tiba waktuku untuk fana dunia ini, maka tak ada rasa dan harap kecuali Engkau akan menerima tengadah tanganku. meski ku tahu segumpal noda hitam sudah mengotori kain yang telah Engkau berikan pada saat aku dalam kandungan seorang wanita yang mulia.

Sekarang, esok atau lusa bila Engkau hendak mencabut hak-Mu, maka ku serahkan semua pada kehendak-Mu. Biarlah jiwa dan raga ini ditelan oleh kegelapan ataupun akan ditempatkan pada ruang yang penuh cahaya. aku hanya ingin mengatakan satu hal "pasrah" sebagaimana yang diajarkan oleh kekasih-Mu yang memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap mahluk-mahluk-Mu.
Read more

Jumat, 17 Februari 2017

Cari Bahagia


Anakku,
setiap sore ketika ayah pulang kerja, kamu selalu menanti ayah didepan pintu dan tersenyum ketika ayah tiba. Sungguh ayah merasakan itu kebahagiaan yang sangat luar biasa. Betapa manisnya senyummu sehingga ayah tak bisa menahan untuk tersenyum pula, meskipun ayah dalam keadaan letih.

Anakku,
suasana seperti ini sebenarnya yang membuat ayah selalu bersemangat untuk bekerja. sehingga ayah merasa seolah tidak ada tujuan lain dalam bekerja selain membahagiakanmu dan bundamu.

Anakku,
betapa pengapnya dunia ini, sehingga setiap orang dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. maka rasa itu sesungguhnya menjadi beban tersendiri bagi mereka yang tidak memahami apa arti sebuah pekerjaan. Maka bagaimanapun bekerja itu bukanlah untuk mencari uang semata. Tetapi bagi mereka yang menemukannya bahwa bekerja itu adalah menciptakan kebahagiaan, khususnya kebahagiaan di dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, anakku. Bilamana kamu akan berjumpa dengan masa dimana kamu harus bekerja, maka carilah kebahagiaan. dan jangan kamu mencari materi semata.

Anakku,
Ayah selalu bangga bahwa kamu akan belajar mencari kebahagiaan dan berani membahagiakan orang lain.
Read more

Selasa, 14 Februari 2017

Pesan Hujan


Anakku,Ketika ayah menulis ini suara hujan terdengar di sudut jendela. Ayah pikir hujan ini hanya turun sementara. Tetapi semakin ayah mengetik terus, rupanya suara hujan itu semakin deras. Alhasil ayah bertanya dalam diri benarkah hujan ini menjadi bermanfaat?.

Anakku,

Sebuah pertanyaan diatas yang mungkin tidak perlu kamu jawab, bahkan seharusnya ayah tidak mempertanyakan itu.Ketahuilah, hujan sebagai salah satu mahluk Allah swt, turunnya tidak dengan sendirinya, tetapi atas dasar perintah-Nya. Dan setiap apa yang dikehendaki Allah swt sesungguhnya mendatangkan manfaat.



Anakku,

Tatkala hujan turun, kadangkala kita berpikir mengapa sering hujan terus, sampai-sampai kita tidak bisa melakukan aktifitas di luar rumah. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan, bahkan harus diusahakan tidak ditanyakan. Kenapa?, karena seperti yang ayah sampaikan diatas bahwa Allah swt menciptakan sesuatu tidak dengan sia-sia. Tentu setiap peristiwa ada maksud lain yang hanya Allah lah yang mengetahuinya.

Andaikan hujan ini turun dan menjadi sebuah bencana, misalkan banjir bandang. Maka sepenuhnya kita tidak bisa menerka apa ini menjadikan kesulitan dan kesusahan buat manusia, kita sebagai mahluknya hanya patut bersyukur wa allahu ‘alam..

Anakku,

Berpikirlah positif dan berbaik sangka dengan adanya turun hujan. Karena sesungguhnya Allah swt menjadi keberkahan dan rahmat di kala hujan turun. Bukankah Allah swt telah bertutur kepada kita tentang maksud diturunkannya hujan:"dan kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). seperti itulah terjadinya kebangkitan" (QS; Qaaf:11)

Anakku,

Kalau kamu memperhatikan betul arti dari ayat diatas, maka jadikanlah ini sebagai pembelajaran bagimu. Kalau hujan saja mahluk yang derajatnya tidak melebihi derajat manusia bisa membangkitkan yang “mati”, maka didalam dirimu harus dibangkitkan pula kebaikan dan kesalehan kepada siapapun.

Jadikanlah hidupmu memberi manfaat bagi orang lain sebagaimana turunnya hujan memberi manfaat bagi para petani yang menanam padi di sawah, sehingga berkat hujan lah kita bisa menikmati hidangan nasi seperti yang kita makan sehari-hari.

Anakku,Jadilah hujan yang menenangkan dan bermanfaat.

Read more

Senin, 13 Februari 2017

Sikap Santun


Anakku,
Bumi ini begitu indah kala dipandang, banyak tanaman hijau tumbuh dengan lebat, pegunungan menjulang tinggi, samudera luas membentang dan masih banyak lagi keindahan yang tidak terhitung jumlahnya karena memang Allah maha luas dengan segala ciptaan-Nya.


Anakku,
Kalau bumi ini sudah sangat indah, maka perindahkanlah sikapmu pada bumi. Karena bumi ini diciptakan untuk orang-orang yang mencintai keindahan. sedangkan keindahan itu sendiri adalah Allah yang menciptakannya. Maka kalau kamu mencintai keindahan berarti kamu mencintai ciptaan-Nya. 
Read more

Jumat, 10 Februari 2017

Tidur


Nak, bila satu saat kau akan bertemu dengan orang-orang yang banyak tidur, maka ketahuilah bahwa kamu harus belajar dari mereka. pelajari dari mereka dan jangan mengikuti apa yang mereka lakukan.

Lalu apa yang harus kamu lakukan kalau ingin belajar dari mereka. Ingatlah nak, dunia ini sudah cukup tua seiring manusia banyak yang tidur.

Ingatlah nak,
Orang tidur tidak hanya sekedar menutup mata. Tapi bagi mereka yang mata hatinya terbuka, ia tidak pernah tidur. sekalipun matanya menutup. Maka kamu harus tahu, tidur itu jangan dibiasakan kalau memang tidak berhajat.

Lalu apa ada tidur tidak berhajat?. Iya ada, tidur yang tidak berhajat adalah tidur yang tidak menghubungkan hatinya dengan Allah swt tatkala ia hendak menutup mata. Maka sangat dikhawatirkan sekali kalau satu saat Allah swt akan mengambil nyawa kita, sedangkan kita sedang tidur dan hati kita pun tidak terbuka. Astaghfirullahal'azhim..

Ingat-ingatlah nak,
selalu kamu tidur untuk menjaga kesehatan tubuhmu dan selalu hatimu terhubung dengan dirimu, meski matamu sedang terlelap tidur.

"Alhamdulillah Alladzhi Ahyaanaa Ba'da maa Amaatanaa Wa Ilaihin nusuur"

Read more

Selasa, 07 Februari 2017

Sudah Lama


Hampir sekian tahun lebih, anakku. Ayah tidak pernah menengok rumah ini. Ayah pikir rumah ini akan lenyap begitu saja, tapi sesekali ayah rindu dan akhirnya bisa menengok seluruh ruangannya.

Rasa kangen ayah pada rumah ini sudah lama tidak terwujud semenjak terlalu banyak "mainan" yang membuat ayah lupa dimanakah rumah ini.


Sudah lama, seperti inilah yang sedang terjadi antara ayah dan rumah ini. karena sudah lama pula, ayah ingin bercerita bahwa kita mudah kehilangan sesuatu dalam hidup kita. dan kita menganggap itu sebagai sesuatu yang terlupakan. maka muncullah "sudah lama".


Anakku,
Seperti halnya perasaan ayah pada rumah ini seperti ayah merasakannya pada negeri ini, Indonesia. Sudah lama ayah mendambakan negeri ini akan selalu aman, damai dan harmoni. sudah lama pula ayah tidak menemukan dimanakah kedamaian itu?. setelah ayah bertahun-tahun melihat negeri ini melihat "pergerakan lain" sehingga jauh dari kondisi semula.

Anakku, Media adalah salah satu corong sumber informasi bagi masyarakat, maka tidak ayal lagi semua informasi, baik yang positif mau sebaliknya akan diterima atau ditolak oleh masyarakat. sehingga dalam kehidupan kita, kehidupan manusia seolah dikekang oleh informasi. 

Sesungguhnya, kemandirian manusia memperoleh informasi sangat dibutuhkan agar manusia bisa menggunakan akal warasnya. Tapi di akhir jaman ini manusia tidak bisa berkembang pemikirannya. Sehingga ia tidak bisa menggunakan akal warasnya. Lihatlah peradaban manusia di era digital ini banyak caci maki, intoleransi, adu domba, fitnah dsb. Anakku, semua itu akan terjadi bilamana manusia tidak pandai memilah dan memilih informasi dengan baik. Maka ingin tuturkan ini kepadamu, janganlah kamu buta mata apalagi buta hati ketika sudah terhubung dengan dunia digital. 

So, sebenarnya tujuan ayah kembali ke rumah ini karena ayah ingin merasakan kedamaian didalamnya, setidaknya damai dalam kata-kata. sebagaimana dulu ayah merasakan betul kedamaian di negeri ini, setelah sekian lama negeri ini mengalami gonjang ganjing.
Read more