Selasa, 14 Maret 2017

Kisah Tak Kunjung Usai


Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.

Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu menerangi semuanya. Semua serba gelap.

Kadangkala di siang hari pun cahaya itu belum tentu muncul karena seluruh langit-langit bumi telah mengalangi masuknya cahaya matahari ke bumi. dan jadilah gelap seperti malam.

Gelap dan terang semakin berpengaruh tergantung ada tidaknya cahaya. itulah kisah yang tak kunjung usai.

Anakku,
Sekelumit paragraf diatas telah ayah jabarkan sebagai gambaran semesta kecil. Dimana kita bisa mengetahui tentang kegelapan dan terang tidak lain usaha dari cahaya. Sekalipun yang memiliki cahaya tidak hanya matahari, tetapi kekuatan cahaya matahari lah yang sering dipandang sebagai sinar sebenarnya.

Tentang cahaya matahari itu tidaklah berbeda dengan perilaku kita sebagai manusia. Kita tahu bahwa hidup kita sangat bergantung pada perilaku besar kita dalam sehari-hari. Semua yang terjadi tidak lepas dari usaha kita dalam menjalani kehidupan ini.

Anakku,
Bila kau akan menjalani ini dengan sebenar-benarnya, maka kenalilah cahaya didalam dirimu. Cahayamu akan berguna pada masa dimana kau dibutuhkan. cahayamu akan menunjukkan siapa dirimu dihadapan orang lain. Kamu akan mendapatkan arti kebenaran dari cahayamu sendiri.

Tahukah kamu cahayamu itu apa?. Cahayamu tidak lain adalah pengetahuanmu sendiri. Dimana kau akan beranjak, maka ilmu yang akan menunjukkanmu. Bila kau menggunakan ilmumu maka perjalanan hidupmu akan berlalu dengan baik. Tetapi jika cahayamu telah redup, maka kau akan tersesat dan tidak menemukan jalan kebenaran. Bila kau biarkan dirimu tanpa ilmu, maka kamu akan terperosok bahkan bisa jadi jatuh ke jurang yang dalam karena tidak ada cahaya yang menerangi jalanmu.

Anakku,
Cahaya di akhir jaman sangat banyak dan hampir saja membuat semua menjadi terang, bahkan hampir semua membuka yang seharusnya ditutup-tutupi. Apa maksud ayah?. Maksud ayah adalah kehati-hatianmu dengan segala pengetahuan. Setiap manusia yang berpengetahuan akan mengenal siapa yang bodoh dan buruk, ia bisa berkuasa dengan menunjukkan kepintarannya dihadapan orang-orang bodoh. Tetapi karena cahayamu terlalu tinggi, kau lupa bahwa manusia itu punya aib yang harus kamu jaga, dan yang kamu lakukan sebaliknya. Kau akan membuka aib orang lain dengan ilmumu. 

Anakku,
Maka berhati-hatilah dengan cahayamu, bila kau mengalami hal seperti itu, ingatlah bahwa cahayamu bukanlah keabadian. Cahayamu tak akan bersinar terus sepanjang masa, karena cahayamu hanya pada tingkat terendah dari cahaya yang sebenarnya. 

Anakku,
Tahukah kamu cahaya yang sebenarnya. Cahaya itu hanya milik Allah swt.

Mintalah cahaya itu kebaikanmu dan orang lain agar kamu selamat bersama orang-orang yang diridhoi-Nya.